Kekalahan Chelsea menunjukkan mengapa Eden Hazard seharusnya berada di Real Madrid

Kekalahan Chelsea dari Manchester City di final Piala Carabao adalah pembenaran sempurna bagi Eden Hazard untuk pergi di akhir musim.

Chelsea kalah dari Manchester City di Wembley di final Piala Carabao dan bagi Hazard itu akan menjadi pil pahit yang harus ditelan.

Terlepas dari permainan yang ketat, The Blues tampak ompong dalam serangan dan sebaliknya mengandalkan barisan belakang defensif mereka sepanjang pertarungan.

Untuk Hazard permainan tersebut bisa dibilang membuat Hazard putus asa.

Ini adalah rahasia umum dimanan pemain internasional Belgia ini ingin bermain untuk Real Madrid. Pada kesempatan paling awal, sebelum dirinya bergabung dengan Chelsea dari Lille, Hazard sebenarnya suah di lirik oleh Real Madrid.

Dengan kontraknya di London barat hampir berakhir musim panas kemungkinan dirinya hengkang semakin besar saja.

Los Blancos membutuhkan pemain sekaliber Hazard. Keputusan mereka untuk menjual Cristiano Ronaldo ke Juventus di musim panas telah menjadi bumerang bagi tim ibukota Spanyol ini.

Gareth Bale belum ada penggantinya. Pemain internasional Wales itu terus bermain tidak konsisten, kadang dirinya berrmain sangat bagus terkadang dirinya bermain dibawah level seorang penyerang handal dunia.

Dan Hazard adalah pilihan yang lebih murah daripada Neymar yang, menurut laporan, lebih suka meninggalkan PSG untuk kembali ke Barcelona daripada Real.

Chelsea pantas mendapatkan kredit karena membelenggu lini penyerangan City untuk bisa menerobos. Terutama mengingat bagaimana mereka hancur oleh lawan yang sama hanya dua minggu yang lalu.

Tapi Hazard layak mendapatkan lebih.

Ada saat-saat di mana dia adalah satu-satunya penyerang the Blues. Bukan untuk pertama kalinya, dia hanya melihat level yang berbeda dengan rekan satu timnya.

Ada sebiuah peluang emas dari sebuat tusukan maut yang menakjubkan di babak pertama yang memperdaya pertahanan City.

Dan sebuah lari sprint dari Hazard membuat pemain City berlari mundur ketakutan saat dia mengancam untuk memecahkan kebuntuan.

Jika bukan karena pertahanan terakhir, Hazard bisa menjadi pemenang pertandingan.

Tetapi cara Chelsea beroperasi dengan sangat defensif adalah bagian dari alasan mengapa Piala Carabao tidak dapat mereka bawa pulang ke London.

Hazard layak untuk bermain sebagai tokoh utama di panggung utama di tim yang bermain dengan taktik selalu menyerang tim lawan dengan semangat membara, dan menimba gol sebanyak-banyaknya.

Dan Chelsea, khususnya di bawah Maurizio Sarri, tidak dapat menawarkan itu pada Eden Hazard.